Berapa jam dalam sehari kita berkomunikasi dengan pasangan hidup kita? Mendengar pertanyaan ini, beberapa dari kita mungkin akan mengerenyitkan kening. Berapa jam? Bukankah lebih tepat kalau pertanyaan adalah berapa menit? Dallas Morning News melakukan sebuah survey dan mereka melaporkan bahwa rata-rata pasangan yang sudah menikah sepuluh tahun atau lebih hanya menghabiskan 37 menit seminggu untuk melakukan komunikasi yang berarti. Itu berarti mereka hanya berkomunikasi tak lebih dari 5 menit dalam sehari untuk percakapan yang berarti.

Pernikahan akan mulai bermasalah kalau kita tidak memiliki komunikasi yang baik dengan pasangan kita. Dari misscommunication akan muncul kesalahpahaman, perselisihan, keributan bahkan perang dalam keluarga! Itu sebabnya komunikasi dengan pasangan adalah hal yang perlu dan harus diusahakan. Ada beberapa hal yang penting agar komunikasi dengan pasangan bisa terjalin dengan baik.

Pertama, buatlah komunikasi.
Kebanyakan dari kita tidak membuat komunikasi, melainkan menunggu kesempatan untuk berkomunikasi. Pertanyaannya, bagaimana jika kesempatan untuk berkomunikasi itu tak kunjung datang? Jadi masalah, bukan? Mengapa kita tidak membuat komunikasi saja, seperti mengambil waktu khusus untuk makan berdua saja dengan pasangan, berjalan-jalan bersama, atau di tengah-tengah kesibukan kita mengusahakan menelpon pasangan dari tempat kerja.

Kedua, hati-hati dengan pembunuh komunikasi.
Jangan biarkan televisi, koran, internet, atau semua kesibukan kita membunuh komunikasi kita dengan pasangan. Bukan berarti kita mengabaikan hal itu, tapi tentu saja waktu yang kita gunakan untuk hal-hal itu harus seimbang dengan waktu kita berkomunikasi dengan pasangan.

Ketiga, buatlah komunikasi jadi menyenangkan.
Komunikasi memang tak selalu menyenangkan. Ada kalanya terjadi perdebatan dan adu pendapat. Itu wajar. Jangan sampai hal-hal itu membuat kita berhenti berkomunikasi. Latihlah sampai komunikasi kita jadi menyenangkan.

EnglishIndonesianJapanese