Seorang pemuda yang sangat tertarik dengan mesin ketik semenjak kecil, datang melamar kerja ke pabrik mesin ketik terkenal Underwood, Amerika Serikat. Dia ditolak dengan alasan lowongan sudah penuh. Pemuda itu tidak menyerah, dia mengutarakan kepada pimpinan perusahaan itu bahwa dia bersedia dibayar lebih kecil dari karyawan lainnya, karena kecintaannya pada mesin ketik, namun upayanya juga sia sia belaka. Dengan kecewa dia keluar dari kantor itu, dia berdiri lama di dalam komplek perusahaan itu, memandang keliling pabrik itu, dia membayangkan suatu hari kelak dia ingin mempunyai pabrik seperti Underwood itu. Tekad Pemuda itu, Andriano Olivetti memang luar biasa. Dia kembali ke kampung halamannya di Italy. Olivetti kemudian berhasil meyakinkan bank setempat untuk mendukungnya mendirikan sebuah pabrik kecil mesin ketik. Pada tahun 1933 pabrik kecil itu diberi nama Olivetti, mulai beroperasi. Berkat kegigihan dan kepintarannya dalam mesin ketik, Olivetti cepat menjadi terkenal di kotanya, kemudian seluruh Italy , lalu merambah ke seluruh Eropa. Setelah 32 tahun beroperasi, dia kembali menjejak kakinya di atas tanah kompleks pabrik Underwood. Pemilik Underwood tergiur dengan tawaran Andriono, kemudian menjualnya. Segera saja papan nama Underwood diturunkan, diganti dengan papan nama Olivetti. Dan semenjak itu, Olivetti, menjadi mesin ketik sangat terkenal di dunia.

Kisah Andriano Olivetti ini mengajarkan pada kita, saat kita menemukan tantangan, jangan menyerah.
Ingatlah jika kita tidak pernah menyerah, kita tidak akan pernah dikalahkan.

Robert Schuller, penulis terkenal, dalam bukunya “Move Ahead With Possibility Thinking “, menulis “ Saat terbentur gunung, jangan pernah menyerah. Teruslah berjuang mendakinya. Seandainya pun Anda gagal mendakinya, carilah jalan pintas menggelilingi gunung itu. Jika Anda gagal lagi, buatlah terowongan bawah tanah menerobos gunung itu”.

EnglishIndonesianJapanese