Seorang mahasiswa yatim piatu 18 thn sdg berjuang keras utk membayar uang kuliahnya di Stanford University, AS.
Dalam usahanya, ia & seorg temannya memutuskan utk mengadakan konser musik di kampus.

Mereka mengkontak seorg pianis hebat, Ignacy J. Paderewski. Setelah kesepakatan terjadi dgn uang jaminan $2,000, konser akhirnya terselenggara.

Sayangnya, hasil penjualan tiket hanyalah $1,600. Mereka menjelaskan keadaan tsb kpd Paderewski, menyerahkan seluruh uang tsb + cek $400 yg mrk janjikan utk dilunasi secepat mungkin.

“Tidak” kata Paderewski. “Sy tdk bisa menerima ini” Ia merobek cek-nya, mengembalikan $1,600 nya & meminta mrk utk memotong dr situ semua biaya konser + bagian utk biaya kuliah mrk, baru membagi sisanya padanya.

Sebuah tindakan kebaikan kecil, tetapi sangat jelas menunjukkan Paderewski sbg manusia hebat. Ia mau menolong 2 org yg tdk ia kenal. Kita pasti pernah menghadapi hal serupa. Sebagian besar pasti akan berpikir “Kalau sy menolong mrk, bgm dgn sy?” Hanya org hebat yg akan berpikir: “Jika sy tdk membantu, apa jadinya dgn mrk?”

Mereka melakukannya tanpa mengharapkan pamrih, melainkan krn memang sdh seharusnya.

Di kemudian hari, Paderewski menjadi PM Polandia. Ia adlh pemimpin hebat, namun saat perang dunia, Polandia dihajar habis. Lebih dr 1,5 juta org kelaparan & ia tdk memiliki uang utk memberi mrk makan. Ia meminta bantuan US Food and Relief Administration yg pd saat itu dipimpin Herbert Hoover, yg dikemudian hari menjadi Presiden AS. Hoover dgn cepat menyetujui bantuan tsb & mengirim ber-ton2 bahan pangan ke Polandia.

Paderewski, merasa sangat lega saat itu, memutuskan utk secara personal mendatangi & berterimakasih kpd Hoover. Saat ia hendak mengucapkan rasa terima kasihnya, Hoover tiba2 menyela, “anda tdk perlu berterima kasih kpd sy. Mungkin anda tdk ingat, tetapi dulu anda yg pernah membantu 2 mahasiswa menyelesaikan studinya di AS, sy adlh salah satunya.”

EnglishIndonesianJapanese